
KEBUTUHAN GIZI SEIMBANG PADA
REMAJA DAN
DEWASA
Disusun Oleh :
1. Nanik
Juriatin
2. Nening
Alifia F
3. Nerma
Kusumawati
4. Nila
Rickiani
5. Novika
Sujianingsih
6. Nurtatik
7. Nur
Eka
8. Nurul
Rahman
AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA
KEDIRI
Tahun
2012/2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena
dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan
makalah ini. Tidak lupa kami ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman
yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.
Kediri , 11 Maret 2013
Tim Penulis
DAFTAR ISI
1. Halaman judul
.........................................................................................
1
2. Kata pengantar
.........................................................................................
2
3. Daftar isi
.................................................................................................. 3
4. BAB I Pendahuluan
a)
Latar Belakang ..................................................................
4
b)
Rumusan
Masalah.............................................................. 4
c)
Tujuan
Makalah…………………………………………...4
5. BAB II Pembahasan
a) Fungsi Jantung Sebagai Pompa ...........................................
5
b) Tekanan darah dan denyut nadi.............................................
7
6. BAB III Penutup
a. Kesimpulan ......................................................................
14
7.
Daftar Pustaka ..........................................................................................
15
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Gizi adalah suatu ikatan kimia yang
diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya. Dalam kaitannya dengan hal tersebut
yaitu makanan. Tubuh yang berubah cepat pada masa remaja dan dewasa membutuhkan
masukan energi,protein dan vitamin dalam jumlah besar. Energi diperlukan
sebagai sumber tenaga sel-sel tubuh yang bekerja lebih keras untuk berkembang
dan berubah cepat.
Energi ini diperoleh dari kebanyakan
biji-bijian seperti beras, jagung, kentang, dan bahan makanan lain yang
mengandung karbohidrat.
Protein diperlukan sel untuk membangun
diri dan berkembang.Tanpa protein pertumbuhan tidak dapat berlangsung
sempurna.Protein didapat dari hewan dan pertumbuhan.Protein yang didapat dari
hewan disebut protein hewani,dan protein yang didapat dari tumbuhan disebut
protein nabati.
Vitamin dan mineral diperlukan oleh
tubuh sbg zat pengatur.Sel-sel tubuh membutuhkan vitamin dan mineral untuk
metabolisme sel.
Tanpa vitamin dan miniral,sel-sel
tubuh tdk dapat bekerja dg baik.Sel-sel lensa mata, misalnya,tdk dapat
menyesuaikan fokus dengan baik apabila kekurangan vitamin A.
Tanpa vitamin C metabolisme tubuh
dapat terganggu dan menjadi mudah terserang penyakit. Agar kebutuhan gizi ini
terpenuhi,kita perlu makan makanan dg gizi seimbang supaya cerdas.
Makanan dg gizi seimbang terdiri dari karbohidrat sbg pemasok tenaga,protein sbg zat pembangun dan vitamin serta mineral sbg zat pengatur.Inilah yg disebut sbg makanan.
Makanan dg gizi seimbang terdiri dari karbohidrat sbg pemasok tenaga,protein sbg zat pembangun dan vitamin serta mineral sbg zat pengatur.Inilah yg disebut sbg makanan.
2.
Tujuan
- Menjelaskan, memberitahukan pengertian gizi .
- Pentingnya gizi seimbang yang diperlukan oleh
remaja dan dewasa.
- Menanamkan gaya hidup sehat kepada Remaja dan dewasa agar
mencegah timbulnya penyakit-penyakit pada gizi remaja dan dewasa.
- Mengetahui prinsip gizi anak remaja dan dawasa
-Faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi seimbang
-Pengaruh status gizi terhadap system reproduksi
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Gizi
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan
makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi,
transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak
digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari
organ-organ, serta menghasilkan energi.
Tak satu pun jenis makanan yang
mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat,
tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi
anekaragam makanan; kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air
Susu Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI adalah satu-satunya makanan
tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara wajar dan
sehat.
Makan makanan yang beranekaragam
sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan
yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun
kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu,
makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila
terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu
jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain.
Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan
sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
Makanan sumber zat tenaga antara lain:
beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi. Minyak,
margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga.
Makanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari.
Makanan sumber zat pembangun yang
berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu.
Sedangkan yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta
hasil olahan, seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk
pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang.
Makanan sumber zat pengatur adalah
semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin
dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ
tubuh.
Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat proses pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.
Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (Growth Spurt) baik
tinggi badannnya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt,
kebutuhan zat gizi tinggi karena berhubungan dengan
besarnya tubuh. Growth Spurt :
ü
Anak perempuan : antara
10 dan 12 tahun
ü
Anak laki-laki : umur 12
sampai 14 tahun.
Permulaan growth spurt pada anak tidak selalu pada
umur yang sama melainkan tergantung individualnya. Pertumbuhan yang cepat biasanya diiringi oleh pertumbuhan aktivitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula.
Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah
mencapai usia lebih dari 20 tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti.
Ini berarti, makanan tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan
keadaan gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya menjadi
lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan akan unsure-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskandia mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.
ü
Pekerjaan
Data terbaru dari kesehatan nasional dan survey pengujian ilmu gizi (NHNES) menyatakan bahwa konsumsi energi wanita dari umur 11 sampai 51 tahun
bervariasai, dari kalori yang rendah (sekitar 1329) sampai kalori yang tinggi (1958 kalori).
Konsumsi makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar lemak kurang dari 30 % dan tinggi kalsium sekitar 800-1200 mg/ hari. Rata-rata
RDA kebutuhan kalsium 1000 mg. selain itu, wanita juga harus memperhatikan unsur sodium, cara pengolahan makanan dan para wanita perlu membatasi makanan kaleng atau makanan dalam kotak.
Pada anak remaja kudapan berkontribusi 30 % atau lebih dari total asupan kalori remaja setiap hari. Tetapi kudapan ini
sering mengandung tinggi lemak, gula dan natrium dan dapat meningkatkan resiko
kegemukan dan karies gigi. Oleh karena itu, remaja harus didorong untuk lebih memilih kudapan yang sehat. Bagi remaja, makanan merupakan suatu kebutuhan pokok untuk
pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Kekurangan konsumsi makanan, baik secara kualitatif maupun
kuantitatif, akan menyebabkan metabolisme tubuh terganggu. Kecukupan gizi merupakan kesesuaian baik dalam hal kualitas maupun kuantitas zat-zat gizi sesuai dengan kebutuhan faali tubuh.
Kebutuhan energi diperlukan untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk proses metabolisme tubuh. Cara sederhana untuk
mengetahui kecukupan energi dapat dilihat dari berat badan seseorang. Pada remaja perempuan 10-12 tahun kebutuham energinya 50-60 kal/kg BB/ hari dan
usia 13-18 tahun sebesar 40-50 kal/ kg BB/ hari.
Kebutuhan protein meningkat karena proses tumbuh
kembang berlangsung
cepat. Apabila asupan energi terbatas/ kurang, protein akan dipergunakan sebagai energi.
Kebutuhan protein usia 10-12 tahun adalah 50 g/ hari,
13-15 tahun sebesar 57 g/ hari dan usia 16-18 tahun adalah 55 g/ hari. Sumber protein terdapat dalam daging, jeroan, ikan,
keju, kerang dan udang (hewani). Sedangkan protein nabati pada kacang-kacangan, tempe dan tahu.
Lemak dapat diperoleh dari daging berlemak, jerohan dan
sebagainya. Kelebihan lemak akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak tubuh yang sewaktu- waktu diperlukan. Departemen Kesehatan RI menganjurkan konsumsi lemak dibatasi tidak melebihi 25 % dari total energi per hari, atau paling banyak 3 sendok makan minyak goreng untuk memasak
makanan sehari. Asupan lemak yang terlalu rendah juga mengakibatkan energi yang dikonsumsi tidak mencukupi, karena 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori. Pembatasan lemak hewani dapat mengakibatkan asupan Fe dan Zn
juga rendah.
Kebutuhan vitamin dan mineral pada saat ini juga meningkat.
Golongan vitamin B yaitu vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin) maupun niasin
diperlukan dalam metabolisme energi. Zat gizi yang berperan dalam metabolisme asam nukleat yaitu asam folat dan vitamin B12. Vitamin D diperlukan dalam pertumbuhan kerangka tubuh/ tulang. Selain itu,
agar sel dan jaringan baru terpelihara dengan baik, maka kebutuhan vitamin A, C dan E juga diperlukan.
Kekurangan Fe/ zat besi dalam makanan sehari-hari dapat menimbulkan
kekurangan darah yang dikenal dengan anemia gizi besi (AGB). Makanan sumber zat besi adalah sayuran berwarna hijau,
kacang-kacangan, hati, telur dan daging. Fe lebih baik dikonsumsi bersama
dengan vitamin C, karena akan lebih mudah terabsorsi.
Kebutuhan energi dan nutrisi dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat aktivitas dan status nutrisi. Nutrisi yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil.
F. Gizi Remaja Menuju Reproduksi Sehat
Remaja wanita 15 – 21 tahun
kedudukannya sangat penting karena merupakan persiapan calon ibu.
Keadaan kesehatan remaja, erat hubungannya
dengan gizi. Kegemukan, kurang energi kronis, dan anemia merupakan tiga masalah
gizi pada usia ini.
Pubertas dan Status Gizi,Pubertas (akil balik) adalah
suatu masa pematangan kapasitas reproduksi. Pada anak perempuan ditandai
dengan. menstruasi, cepat lambatnya seseorang mengalami pubertas antara lain
dipengaruhi oleh keadaan gizi.
Seorang anak yang gizinya baik akan lebih cepat mengalami
masa pubertas, sebaliknya anak yang gizinya kurang baik akan terlambat akil
baliknya. Menarche, tidak ada ketentuan secara tepat kapan mulai akan terjadi
periode yang pertama kali, namun hal ini akan terjadi antara usia 10 – 14
tahun, tapi sedikit lebih awal atau lebih lambat tidak semua anak sama. Pada
remaja energi dan protein dibutuhkan lebih banyak daripada orang dewasa,
demikian pula vitamin dan mineral. Vitamin B1, B2 dan B6 sangat penting untuk
metabolisme karbohidrat menjadi energi. Demikian pula asam folat dan vitamin
B12 untuk pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan yang
diperlukan oleh jaringan.
G. Masalah Gizi pada Remaja
a.
Obesitas
Walaupun kebutuhan energi dan zat-zat gizi lebih besar
pada remaja daripada dewasa, tetapi ada sebagian remaja yang makannya terlalu
banyak melebihi kebutuhannya sehingga menjadi gemuk. Aktif berolah raga dan
melakukan pengaturan makan adalah cara untuk menurunkan berat badan. Diet
tinggi serat sangat sesuai untuk para remaja yang sedang melakukan penurunan
berat badan. Pada umumnya makanan yang serat tinggi mengandung sedikit energi,
dengan demikian dapat membantu menurunkan berat badan, disamping itu serat
dapat menimbulkan rasa kenyang sehingga dapat menghindari ngemil
makanan/kue-kue.
b.
Kurang Energi Kronis
Pada remaja badan kurus atau disebut Kurang Energi Kronis
tidak selalu berupa akibat terlalu banyak olah raga atau aktivitas fisik. Pada
umumnya adalah karena makan terlalu sedikit. Remaja perempuan yang menurunkan
berat badan secara drastis erat hubungannya dengan faktor emosional seperti
takut gemuk seperti ibunya atau dipandang lawan jenis kurang seksi.
c.
Anemia
Anemia karena kurang zat besi adalah masalah yang paling
umum dijumpai terutama pada perempuan. Zat besi diperlukan untuk membentuk
sel-sel darah merah, dikonversi menjadi hemoglobin, beredar ke seluruh jaringan
tubuh, berfungsi sebagai pembawa oksigen.
Remaja perempuan membutuhkan lebih banyak zat besi
daripada laki-laki. Agar zat besi yang diabsorbsi lebih banyak tersedia oleh
tubuh, maka diperlukan bahan makanan yang berkualitas tinggi. Seperti pada
daging, hati, ikan, ayam, selain itu bahan maknan yang tinggi vitamin C
membantu penyerapan zat besi.
Pendidikan gizi pada remaja dan dewasa diperlukan untuk mencapai status gizi yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar.
Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Makan makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas maupun kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam menjamin
terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
Setiap orang dianjurkan untuk memenuhi
makanan yanng cukup kalori (energi) agar dapat hidup dan beraktivitas
sehari-hari. Kelebihan konsumsi kalori akan ditimbun sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk jaringan lemak.
Ada dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat
kompleks dan
sederhana. Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat
kompleks berlangsung
lebih lama daripada yang sederhana. Konsumsi karbohidrat
kompleks sebaiknya
dibatasi 50% saja dari kebutuhan energi sehingga tubuh dapat memenuhi sumber zat pembangun dan pengatur.
Lemak dan minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A, D, E dan K) serta menambah
lezatnya hidangan. Mengonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan mengurangi konsumsi makanan lain.
i.
Gunakan garam beryodium.
Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi berakibat anamia gizi besi (AGB), terutama diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui dan wanita usia subur.
ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek baik aspek gizi, aspek kekebalan dan kejiwaan.
l.
Biasakan makan pagi.
Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan
fisik, daya tahan tubuh, meningkatkan
konsentrasi belajar dan meningkatkan produktivitas kerja.
Aman berarti bersih dan bebas kuman.
Dapat meningkatkan kebugaran, mencegah
kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.
o.
Hindari minum minuman
beralkohol.
Sering minum minuman beralkohol akan
sering BAK sehingga menimbukan rasa haus. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat lain.
Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak dikonsumsi sehingga aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu bebas dari kuman dan bahan kimia dan halal. Bacalah label pada makanan yang dikemas.
q.
Penilaian Status Gizi
Pada Remaja
Ada beberapa cara melakukan penilaian
status gizi pada kelompok masyarakat. Salah satunya adalah dengan pengukuran
tubuh manusia yang dikenal dengan Antropometri. Dalam pemakaian untuk penilaian
status gizi, antropomteri disajikan dalam bentuk indeks yang dikaitkan dengan
variabel lain. Variabel tersebut adalah sebagai berikut
H. Usia
Usia sangat berperan dalam penentuan
status gizi, kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang
salah. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi badan yang akurat, menjadi
tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur yang tepat. Kesalahan
yang sering muncul adalah adanya kecenderunagn untuk memilih angka
yang mudah seperti 1 tahun; 1,5 tahun; 2 tahun. Oleh sebab itu penentuan
umur anak perlu dihitung dengan cermat. Ketentuannya adalah 1 tahun adalah 12
bulan, 1 bulan adalah 30 hari. Jadi perhitungan umur adalah dalam bulan
penuh, artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan ( Depkes, 2004).
I. Berat Badan
Berat badan merupakan salah satu
ukuran yang memberikan gambaran massa jaringan, termasuk cairan tubuh. Berat
badan sangat peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena penyakit infeksi
maupun konsumsi makanan yang menurun. Berat badan ini dinyatakan
dalam bentuk indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur) atau melakukan penilaian
dengam melihat perubahan berat badan pada saat pengukuran dilakukan, yang
dalam penggunaannya memberikan gambaran keadaan kini. Berat badan paling banyak
digunakan karena hanya memerlukan satu pengukuran, hanya saja tergantung pada
ketetapan umur, tetapi kurang dapat menggambarkan kecenderungan perubahan
situasi gizi dari waktu ke waktu (Djumadias Abunain, 1990).
J. Tinggi Badan
Tinggi badan memberikan gambaran
fungsi pertumbuhan yang dilihat dari keadaan kurus kering dan kecil
pendek. Tinggi badan sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu
terutama yang berkaitan dengan keadaan berat badan lahir
rendah dan kurang gizi pada masa balita. Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk
Indeks TB/U ( tinggi badan menurut umur), atau juga indeks BB/TB ( Berat
Badan menurut Tinggi Badan) jarang dilakukan karena perubahan
tinggi badan yang lambat dan biasanya hanya dilakukan setahun sekali.
Keadaan indeks ini pada umumnya memberikan gambaran keadaan lingkungan yang
tidak baik, kemiskinan dan akibat tidak sehat yang menahun ( Depkes RI, 2004).
Berat badan dan tinggi badan adalah salah
satu parameter penting untuk menentukan status kesehatan manusia, khususnya
yang berhubungan dengan status gizi. Penggunaan Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB
merupakan indikator status gizi untuk melihat adanya gangguan fungsi
pertumbuhan dan komposisi tubuh (M.Khumaidi, 1994).
Penggunaan berat badan dan tinggi badan akan lebih jelas
dan sensitive/peka dalam menunjukkan keadaan gizi kurang bila
dibandingkan dengan penggunaan BB/U. Dinyatakan dalam BB/TB, menurut standar
WHO bila prevalensi kurus/wasting < -2SD diatas 10 % menunjukan suatu daerah
tersebut mempunyai masalah gizi yang sangat serius dan berhubungan
langsung dengan angka kesakitan.
Tabel 1 Penilaian Status Gizi berdasarkan Indeks
BB/U,TB/U, BB/TB Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS
|
No
|
Indeks yang dipakai
|
Batas Pengelompokan
|
Sebutan Status Gizi
|
|
1
|
BB/U
|
< -3 SD
|
Gizi buruk
|
|
- 3 s/d <-2 SD
|
Gizi kurang
|
||
|
- 2 s/d +2 SD
|
Gizi baik
|
||
|
> +2 SD
|
Gizi lebih
|
||
|
2
|
TB/U
|
< -3 SD
|
Sangat Pendek
|
|
- 3 s/d <-2 SD
|
Pendek
|
||
|
- 2 s/d +2 SD
|
Normal
|
||
|
> +2 SD
|
Tinggi
|
||
|
3
|
BB/TB
|
< -3 SD
|
Sangat Kurus
|
|
- 3 s/d <-2 SD
|
Kurus
|
||
|
- 2 s/d +2 SD
|
Normal
|
||
|
> +2 SD
|
Gemuk
|
Sumber : Depkes RI 2004.
Data baku WHO-NCHS indeks BB/U, TB/U dan BB/TB disajikan
dalan dua versi yakni persentil (persentile) dan skor simpang baku (standar
deviation score = z). Menurut Waterlow,et,al, gizi anak-anak dinegara-negara
yang populasinya relative baik (well-nourished), sebaiknya digunakan
“presentil”, sedangkan dinegara untuk anak-anak yang populasinya relative
kurang (under nourished) lebih baik menggunakan skor simpang baku (SSB) sebagai
persen terhadap median baku rujukan ( Djumadias Abunaim,1990).
Tabel 2. Interpretasi Status Gizi Berdasarkan Tiga Indeks
Antropometri (BB/U,TB/U, BB/TB Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS)
|
No
|
Indeks yang di gunakan
|
Interpretasi
|
||
|
BB/U
|
TB/U
|
BB/TB
|
||
|
1
|
Rendah
|
Rendah
|
Normal
|
Normal, dulu kurang gizi
|
|
Rendah
|
Tinggi
|
Rendah
|
Sekarang kurang ++
|
|
|
Rendah
|
Normal
|
Rendah
|
Sekarang kurang +
|
|
|
2
|
Normal
|
Normal
|
Normal
|
Normal
|
|
Normal
|
Tinggi
|
Rendah
|
Sekarang kurang
|
|
|
Normal
|
Rendah
|
Tinggi
|
Sekarang lebih, dulu kurang
|
|
|
3
|
Tinggi
|
Tinggi
|
Normal
|
Tinggi, normal
|
|
Tinggi
|
Rendah
|
Tinggi
|
Obese
|
|
|
Tinggi
|
Normal
|
Tinggi
|
Sekarang lebih, belum obese
|
|
|
Keterangan : untuk ketiga indeks (
BB/U,TB/U, BB/TB) :Rendah : < – 2 SD Standar Baku Antropometri
WHO-NCHS
Normal : -2 s/d +2 SD
Standar Baku Antropometri WHO-NCHS
Tinggi :
> + 2 SD Standar Baku Antropometri WHO-NCHS
|
||||
Sumber : Depkes RI 2004.
Pengukuran Skor Simpang Baku (Z-score) dapat diperoleh
dengan mengurangi Nilai Induvidual Subjek (NIS) dengan Nilai Median Baku
Rujukan (NMBR) pada umur yang bersangkutan, hasilnya dibagi dengan Nilai
Simpang Baku Rujukan (NSBR). Atau dengan menggunakan rumus :
|
Status gizi berdasarkan rujukan WHO-NCHS dan kesepakatan
Cipanas 2000 oleh para pakar Gizi dikategorikan seperti diperlihatkan
pada tabel 1 diatas serta di interpretasikan berdasarkan gabungan tiga
indeks antropometri seperti yang terlihat pada tabel 2.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Kesimpulan status gizi pada remaja di Indonesia yaitu
kurang zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak), kurang zat gizi mikro
(vitamin, mineral). Kurang zat gizi makro dan mikro menyebabkan tubuh menjadi
kurus dan BB turun drastis, pendek, anemia, sakit terus menerus. Remaja rentan
mengalami kurang gizi pada periode puncak tumbuh kembang kembang yang kedua
kurang asupan zat gizi karena pola makan yang salah, Remaja yang kurang gizi
tidak dapat mencapai status gizi yang optimal (kurus, pendek dan pertumbuhan
tulang tidak proporsional ). Kurang zat besi & gizi lain yang penting untuk
tumbuh kembang (zinc), sering sakit-sakitan. Dari kedua masalah status gizi
remaja putri tersebut, diperlukan upaya peningkatan status gizinya, karena remaja
membutuhkan zat gizi untuk tumbuh kembang yang optimal dan remaja perlu
suplementasi gizi guna meningkatkan status gizi dan kesehatannya.
B.Saran
Remaja membutuhkan Suplementasi Iron /zat besi &
Zinc/seng yang cukup, karena remaja yang anemia/rentan kurang zinc (sumber zat
besi & Zn hampir mirip yaitu sumber hewani seperti daging, produk laut
& sumber nabati seperti kacang-kacangan), remaja (membutuhkan zat besi
& Zn untuk tumbuh kembang), pemberian zat besi (mengobati remaja yang anemia,
pemberian zinc(meningkatkan pembentukan sel-sel baru, pemberian Iron & zinc
(meningkatkan status besi & Zn/meningkatkan tumbuh kembang dan kesehatan).
Tujuan peberian suplementasi, meningkatkan status gizi & kesehatan remaja yang anemia, melihat efek suplementasi pada peningkatan kadar HB & zat besi & zinc dalam darah melihat efek suplementasi pada penurunan kejadian sakit, melihat efek suplementasi pada peningkatan berat badan, tinggi badan, Indeks Masa Tumbuh (IMT)
Tujuan peberian suplementasi, meningkatkan status gizi & kesehatan remaja yang anemia, melihat efek suplementasi pada peningkatan kadar HB & zat besi & zinc dalam darah melihat efek suplementasi pada penurunan kejadian sakit, melihat efek suplementasi pada peningkatan berat badan, tinggi badan, Indeks Masa Tumbuh (IMT)
DAFTAR PUSTAKA
2. Html.
kafeilmu.co.cc/tema/pengertian-gizi-baik-gizi-buruk.
3. Suhardjo. 1992. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta : Kanisius
4. www.gizi.net
7. http://www.depkes.go.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar